Category: Uncategorized

10 Obat Batuk Herbal untuk Anak yang Bisa Didapat di Apotek

Anak yang mengalami batuk memang akan mengganggu aktivitas Si Kecil dan membuat dia merasa tidak nyaman. Tentu sebagai orang tua, Anda ingin segera mengobatinya. Mungkin Anda perlu memberikan obat batuk herbal untuk anak yang bisa ditemukan di apotek.

Obat batuk herbal biasanya lebih aman dan minim efek samping. Apalagi untuk anak, tentu Anda tak ingin memberikan obat batuk sembarangan.

Rekomendasi Obat Batuk Herbal untuk Anak yang Bisa Didapat di Apotek

  1. De Cough Sirup

Obat batuk yang satu ini bermanfaat untuk meredakan batuk anak. De Cough sirup mengandung bahan-bahan alami, seperti ekstrak saga rambat, tanaman adas, hingga herba timi. 

Obat batuk herbal ini berkhasiat meredakan batuk kering, mengencerkan dahak, mengobati radang tenggorokan, dan melegakan tenggorokan.

Obat De Cough ini bisa diberikan pada Si Kecil berusia 1 tahun ke atas. Meskipun berbahan alami, namun obat De Cough ini tidak boleh diberikan pada bayi baru lahir dan penderita hipersensitif terhadap komponen obat.

  1. Madu Syifa Kids Fluba

Obat batuk herbal untuk anak adalah Madu Syifa Kids Fluba yang berkhasiat mengatasi penyakit batuk dan flu anak. Madu ini tentu sudah disesuaikan untuk anak-anak, tentu berbeda dari madu biasanya. 

Obat batuk Madu Syifa Kids Fluba ini juga mengandung habbatussauda dan bahan herbal lainnya, tetu mengandung vitamin dan mineral yang berkhasiat untuk mempercepat pengobatan batuk.

  1. OB Herbal Junior

OB Herbal Junior mengandung madu dan meniran yang terbukti ampuh meredakan batuk serta menghangatkan tenggorokan akibat masuk angin. Obat herbal ini akan menghangatkan dan melegakan tenggorokan anak. 

Obat OB Herbal Junior ni bisa diminum oleh anak berusia 6-12 tahun dengan dosis 2 sendok takar 3 kali sehari.

  1. Anatuk

Obat batuk herbal Anatuk ini juga terbuat dari madu sebagai bahan dasar dengan bahan herbal lai seperti senggugu yang sudah dikenal ampuh untuk meredakan gangguan pernapasan.

  1. Herbakof Kids

Herbakof Kids ini juga bisa menjadi obat batuk herbal pilihan. Obat batuk ini bisa diberikan untuk anak yang berusia 2 tahun ke atas. Obat Herbakof Kids ini mengandung jahe, mahkota dewa, dan daun saga yang bisa melegakan pernapasan. 

  1. Mix Saga Obat Tetes Herbal

Mix Saga adalah obat batuk tetes herbal yang terbuat dari daun saga, madu dengan ekstrak minyak saga, dan bahan herbal lainnya. Obat batuk ini berkhasiat untuk meredakan sariawan, batuk, dan panas dalam. 

Obat batuk herbal ini bisa diminum oleh anak berusia 4 tahun ke atas. Sesuai namanya, obat batuk ini penggunaannya dengan cara ditetes ke dalam mulut anak. Bisa juga dengan dioles di bagian tubuh anak yang sakit untuk mengobati sariawan dan juga demam.

  1. Madu Batuk Hitam El Iman

Obat batuk El Iman ini berkhasiat untuk meredakan batuk, flu atau pilek, dan meningkatkan stamina anak. Obat ini tentu saja terbuat dari bahan dasar madu, dan kandungan lain seperti jahe merah, minyak zaitun, ekstrak daun mint, dan habbatussauda. Ada juga kandungan omega 3, 6, dan 9 yang baik untuk tubuh anak.

  1. Madu Sobat Kids Al Wali

Madu Sobat Kids Al Wali ini adalah obat batuk untuk anak tanpa efek samping. Sebab, obat batuk ini dibuat dari bahan-bahan alami sehingga bisa membantu mengobati batuk, asma, sariawan, bronkitis, hingga radang tenggorokan.

  1. Nutrimax C & C Syrup

Nutrimax C&C merupakan obat batuk yang diproduksi secara modern dengan kombinasi 4 bahan herbal, seperti ivy leaf, thyme, licorice, dan elderberry extract. Kandungan tersebut sudah terbukti ampuh mengatasi batuk, pilek, dan flu anak.

Itulah beberapa rekomendasi obat batuk herbal untuk anak yang bisa dicoba. Pilih obat yang sesuai dengan kondisi Si Kecil ya, Bund.

Hufagrip Batuk Pilek Anak untuk Usia Berapa?

Hufagrip Batuk Pilek Anak untuk usia berapa? Pertanyaan ini mungkin jadi salah satu bentuk kekhawatiran Anda. 

Hufagrip BP adalah obat untuk meringankan gejala flu seperti hidung tersumbat, bersin-bersin, dan batuk kering pada anak.

Kandungan obat ini efektif untuk meredakan batuk tidak berdahak dan pilek. Hufagrip juga sudah lama diandalkan orang tua Indonesia karena khasiatnya yang sudah terbukti.

Lalu berapa batas usia Hufagrip Batuk Pilek Anak? Cari tahu yuk!

Varian Hufagrip

Ada cukup banyak varian Hufagrip yang didesain untuk mengobati masalah tertentu. Anda bisa menyesuaikan pilihan dengan penyakit yang menyerang anak. Berikut pilihan Hufagrip Sirup untuk Anak: 

  • Hufagrip BP Sirup

BP adalah singkatan dari Batuk Pilek. Hufagrip BP Sirup mengandung zat aktif dekstrometorfan HBr yang merupakan golongan obat antitusif untuk meringankan batuk kering akibat pilek atau flu.

  • Hufagrip Pilek Sirup

Jika anak hanya mengalami gejala pilek, Hufagrip Pilek bisa jadi pilihan tepat. Hufagrip Pilek Sirup diformulasikan khusus untuk mengatasi bersin-bersin dan hidung tersumbat akibat pilek pada anak.

  • Hufagrip TMP Sirup

Hufagrip TMP berkhasiat untuk menurunkan demam sekaligus mengatasi nyeri ringan hingga sedang di tubuh. Hufagrip TMP aman digunakan oleh orang dewasa maupun anak-anak.

  • Hufagrip Flu dan Batuk Sirup

Hufagrip Flu & Batuk Sirup berkhasiat untuk mengatasi gejala flu yang disertai batuk berdahak pada anak. Hufagrip Flu & Batuk Sirup disertai dengan parasetamol yang berguna meredakan demam.

  • Hufagrip XS Kaplet

Hufagrip XS Kaplet dengan kandungan Paracetamol, phenylpropanolamine HCl, chlorpheniramine maleate bermanfaat dalam meringankan gejala flu.

Hufagrip Batuk Pilek Anak

Di antara varian tersebut, Hufagrip Batuk Pilek anak (BP) termasuk yang paling sering diandalkan oleh masyarakat Indonesia. Obat ini terbukti ampuh dengan banyak khasiat. 

Batuk pilek disebabkan oleh infeksi virus di area hidung, tenggorokan, dan sinus. Anak kecil lebih sering mengalami batuk pilek karena sistem kekebalan tubuh yang belum terbentuk sempurna.

Hufagrip BP Sirup mengandung Chlorpeniramin Maleat, Pseudoefedrin dan Dextromethorphan HBr. Oleh sebab itu, kandungan Hufagrip Batuk Pilek akan sangat membantu Anda meredakan gejala flu dan batuk pilek pada anak.

Usia konsumsi Hufagrip Batuk pilek Anak

Hufagrip BP aman dikonsumsi untuk anak mulai usia 2 tahun hingga orang dewasa. Tentunya batas konsumsi harus sesuai dengan petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter. Berikut dosis konsumsi Hufagrip Batuk Pilek berdasarkan usia:

  • Anak 2-6 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml) sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak 6-12 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3 kali/hari.
  • Dewasa dan anak 12 tahun ke atas: 2 sendok takar (10 ml) sebanyak 3 kali/hari.

Efek samping obat

  • Mengantuk.
  • Insomnia.
  • Gangguan detak jantung atau irama jantung (aritmia).
  • Gerakan yang tidak terkontrol pada satu atau lebih bagian tubuh (tremor).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Mulut kering.
  • Gangguan untuk mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Gangguan saluran cerna.
  • Gangguan pergerakan tubuh.

Segera kunjungi dokter jika efek samping memburuk dan tidak segera pulih. Beli online Hufagrip BP Sirup dengan harga terbaik hanya di Toko SehatQ, pasti asli!

Cara Mengatasi Diare pada Anak Minum Diapet Anak

Mengapa anak-anak lebih sering terkena diare dibanding orang dewasa? Bagaimana Anda bisa menangani ketidaknyamanan anak Anda? Diare pada Anak: Penyebab dan Perawatan Umum. Ada berbagai penyebab dan pengobatan yang bisa dilakukan salah satunya dengan mengobatinya dengan Diapet Anak

Diare adalah cara tubuh membersihkan diri dari kuman, dan kebanyakan episode berlangsung beberapa hari hingga seminggu. Diare bisa terjadi dengan demam, mual, muntah, kram, dehidrasi, dan bahkan ruam. Beberapa alasan paling umum anak-anak terkena diare termasuk: 

Apa penyebab diare?

Diare bisa disebabkan oleh banyak hal, antara lain:

  • Infeksi bakteri
  • Infeksi virus
  • Kesulitan mencerna hal-hal tertentu (intoleransi makanan)
  • Respon sistem kekebalan terhadap makanan tertentu (alergi makanan)
  • Parasit yang masuk ke tubuh melalui makanan atau air
  • Reaksi terhadap obat-obatan
  • Penyakit usus, seperti penyakit radang usus
  • Masalah dengan cara kerja perut dan usus (gangguan usus fungsional), seperti sindrom iritasi usus besar
  • Operasi pada perut atau kantong empedu

Anak-anak yang mengunjungi beberapa negara asing berisiko mengalami diare saat bepergian. Hal ini disebabkan adanya makanan atau air yang tidak aman karena bakteri, virus, atau parasit.

Diare yang parah bisa berarti seorang anak menderita penyakit yang serius. Bicaralah dengan penyedia layanan kesehatan anak Anda jika gejalanya tidak hilang. Juga bicarakan dengan penyedia jika gejala menghentikan anak Anda melakukan aktivitas sehari-hari. Mungkin sulit untuk mengetahui apa yang menyebabkan diare pada anak Anda.

Apa saja gejala diare?

Gejala dapat muncul sedikit berbeda pada setiap anak. Mereka dapat mencakup:

  • Kram
  • Nyeri perut (perut)
  • Bengkak (kembung)
  • Sakit perut (mual)
  • Kebutuhan mendesak untuk menggunakan kamar mandi
  • Demam
  • Kotoran berdarah
  • Kehilangan cairan tubuh (dehidrasi)
  • Inkontinensia

Gejala diare mungkin terlihat seperti masalah kesehatan lainnya. Diare yang parah bisa jadi merupakan tanda penyakit serius. Pastikan anak Anda menemui penyedia layanan kesehatannya untuk diagnosis.

Dehidrasi adalah salah satu komplikasi diare yang paling mengkhawatirkan pada anak-anak. Diare ringan biasanya tidak menyebabkan kehilangan cairan yang signifikan, tetapi diare sedang atau berat bisa.

Dehidrasi parah berbahaya; bisa menyebabkan kejang, kerusakan otak, bahkan kematian. Ketahui tanda-tanda dehidrasi. Hubungi dokter Anda jika anak Anda memiliki:

  • Pusing dan pusing
  • Mulut kering dan lengket
  • Urine berwarna kuning tua, atau sangat sedikit atau tidak ada urine
  • Sedikit atau tidak ada air mata saat menangis
  • Dingin, kulit kering
  • Kekurangan energy

Mendiagnosis Diare Pada Anak

Konsultasikan dengan dokter bila Anda tidak yakin mengapa anak Anda mengalami diare. Seorang praktisi medis akan dapat mendiagnosis diare pada anak berdasarkan:

  • Informasi yang dikumpulkan tentang kebiasaan makan anak.
  • Riwayat kesehatan anak, untuk mengetahui apakah ada obat yang menyebabkan diare.
  • Pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda penyakit.
  • Pemeriksaan perut dapat membantu menentukan situs dan organ yang terlibat.
  • Tes darah untuk memeriksa infeksi dan menyingkirkan penyakit tertentu.
  • Feses rutin dan mikroskop diikuti dengan kultur feses jika diperlukan.
  • Tes kultur feses, di mana sampel tinja anak diambil untuk diperiksa.
  • Tes puasa, di mana alergi atau intoleransi anak terhadap makanan tertentu diuji. Dokter mungkin meminta Anda untuk menghindari memberikan produk susu, gandum atau makanan kaya gluten, kacang-kacangan dan alergen umum lainnya kepada anak.
  •  Sigmoidoskopi, dimana dokter menggunakan alat medis untuk memeriksa rektum anak.
  • Kolonoskopi, yaitu pemeriksaan usus besar secara mendetail.

Setelah diagnosis menyeluruh, dokter akan merekomendasikan pengobatan yang ideal. 

Pengobatan Diare Untuk Anak-Anak

Pengobatan diare pada anak-anak bergantung pada penyebabnya. Dalam kebanyakan kasus diare akut, penggantian cairan adalah satu-satunya pengobatan yang diperlukan. Dalam beberapa kasus, pengobatan mungkin diperlukan untuk menghentikan diare dan mencegah kehilangan cairan tubuh secara berlebihan jika kondisi tersebut terus berlanjut selama lebih dari 24 jam. 

  • Rehidrasi adalah salah satu cara terbaik untuk mengobati diare pada anak-anak. Namun, air saja tidak akan memiliki garam dan nutrisi yang diperlukan. Jadi berikan anak larutan rehidrasi oral dengan interval yang sering sepanjang hari. Bicaralah dengan dokter sebelum Anda melakukannya.
  • Jika larutan rehidrasi oral tidak tersedia, campurkan setengah sendok garam dan setengah sendok gula ke dalam segelas air dan aduk dengan baik sebelum diberikan kepada anak.
  • Obat penghenti diare dapat direkomendasikan pada kasus diare yang parah, seperti Diapet anak berguna untuk mencegah kehilangan cairan tubuh yang berlebihan. Pengobatan tidak diberikan dalam kasus infeksi bakteri atau parasit, karena menghentikan diare akan menjebak parasit penyebab infeksi di dalam tubuh. 
  • Diet sehat dengan makanan meminimalkan gejala. Di bawah ini adalah daftar makanan yang harus dan tidak boleh dimakan seorang anak saat menderita diare.

Pengobatan Rumahan Untuk Diare Pada Anak

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kebanyakan kasus diare dapat diobati melalui pola makan sehat yang terdiri dari cairan dan makanan padat yang mudah di usus. Tetapi jika Anda ingin tahu cara menghentikan diare pada anak-anak, Anda harus membaca tentang pengobatan rumahan ini.

  • Jahe dapat menghentikan diare dan juga menghilangkan bakteri atau parasit penyebab infeksi di perut. Rebus satu batang kecil jahe dalam secangkir air. Berikan kepada anak setelah dingin. Anda bisa menambahkan satu sendok teh madu untuk mempermanis jus untuk anak.
  • Pisang memiliki potasium dan pektin yang membantu pengerasan tinja. Dengan menahan air di dalam tubuh, itu juga memulihkan jumlah elektrolit.
  • Teh kamomil dapat membantu melawan infeksi perut, yang menjadikannya obat rumahan yang sangat baik untuk diare pada anak-anak. Rebus satu sendok makan chamomile dalam secangkir air. Setelah dingin, saring dan berikan kepada anak untuk diminum dua atau tiga kali sehari.
  • Lemon memiliki khasiat antibakteri dan dapat bekerja dengan baik dalam mengobati diare. Segelas jus lemon tiga sampai empat kali sehari dapat menetralkan bakteri penyebab diare.
  • Diapet Anak mengandung ekstrak daun jambu biji yang dapat memadatkan konsistensi feses, serta melawan bakteri penyebab diare ekstrak daun jambu biji 140 mg, ekstrak rimpang kunyit 120 mg, ekstrak buah mojokeling 50 mg, ekstrak kulit buah delima 40 mg.