Kenali Perbedaan Kram Perut dan Sakit Pinggang Belakang Karena Haid dan Kehamilan

Kondisi kram perut dan sakit pinggang belakang sebenarnya bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Khusus pada wanita, ini bisa saja berhubungan dengan organ reproduksi. Tapi, tentu perlu dilakukan identifikasi keluhan tersebut agar lebih jelas.

Sebenarnya, gejala haid pun hampir mirip seperti gejala kehamilan. Biasanya akan terasa gejala berupa kram perut dan sakit pinggang belakang tersebut. Sehingga perlu dikenali perbedaan antara sakit karena haid dan gejala kehamilan. 

Rasa hangat pada air hangat dapat membuat tubuh rileks dan mengurangi nyeri haid yang dirasakan

Perbedaan Sakit Pinggang PMS dengan Hamil 

Saat hamil atau haid, biasanya akan muncul gejala sakit pinggang. Tapi tentu saja gejala ini terjadi karena penyebab yang berbeda. 

Kram perut dan sakit pinggang belakang atau punggung bawah ketika akan memasuki periode menstruasi memang jadi gejala umum yang terjadi. Penyebabnya karena ada kontraksi rahim untuk meluruhkan lapisan dinding rahim yang menebal yang tidak dibuahi. 

Rasa nyeri menjelang haid terjadi karena adanya produksi hormon prostaglandin yang meningkat. Hormon ini ikut membantu proses peluruhan dinding rahim.

Di kondisi yang berbeda, selama masa kehamilan, perut dan pinggang serta anggota tubuh lain mempersiapkan tubuh menjalani proses persalinan. Sehingga akan terasa sakit pada bagian pinggang bawah dan leher rahim.

Pada masa awal kehamilan, biasanya juga akan terasa kram perut ketika sel telur yang dibuahi menempel di dinding rahim. Inilah yang akan jadi cikal bakal janin yang berkembang di rahim.

Perbedaan Gejala Sakit Pinggang Hamil dan Haid

Selain dari penyebab munculnya sakit pinggang, ada juga perbedaan gejala yang menjadi tanda haid atau hamil.

Berikut ciri-ciri kram perut dan sakit pinggang belakang karena menstruasi.

  • Nyeri yang dirasakan terjadi 1-2 hari menjelang jadwal menstruasi
  • Nyeri yang terasa bahkan dapat menjalar hingga ke area tungkai
  • Rasa nyeri cenderung jadi lebih ringan dari awal masa perdarahan hingga akhir masa haid
  • Selain terasa nyeri punggung dan kram perut, juga disertai dengan sakit kepala, mual, hingga lelah

Sedangkan gejala kram perut dan sakit pinggang belakang karena kehamilan adalah sebagai berikut:

  • Nyeri yang dirasakan umumnya seperti ditusuk-tusuk atau kesemutan. Terasa tidak intens seperti nyeri saat menstruasi
  • Rasa nyeri yang dirasakan lebih ringan
  • Rasa nyeri yang dirasakan di area perut atau pinggang bagian bawah
  • Nyeri tersebut mungkin sekali terjadi di salah satu sisi pinggang atau sisi perut saja
  • Nyeri yang dirasakan bisa diikuti dengan perdarahan sebentar, intersitas dan durasinya pun lebih sedikit dibanding menstruasi, yaitu 1-3 hari saja
  • Rasa nyeri tak kunjung hilang dan terus dirasakan selama berminggu-minggu

Selain itu, rasa kram perut dan sakit pinggang belakang akibat hamil biasanya diikuti pula oleh gejala awal kehamilan seperti mual, tidak haid, hingga terjadinya perubahan payudara.

Cara Mengatasi Sakit Pinggang Hamil dan Menstruasi

Agar tidak terlalu menderita, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri di pinggang, seperti:

  • Memperbanyak istirahat
  • Pijat lembut di area yang terasa nyeri
  • Kompres hangat di area nyeri atau bisa dengan mandi air hangat
  • Lakukan olahraga ringan, misalnya jalan kaki, yoga, atau peregangan. Anda juga bisa memilih yoga khusus ibu hamil agar kandungan lebih aman
  • Atur posisi duduk dengan baik, lutut ditekuk dan punggung dengan posisi tegak

Hindari mengangkat benda berat dan menggunakan sepatu atau sandal datar.

Rasa kram perut dan sakit pinggang belakang pada kondisi hamil dan haid bedanya sangat kecil. Tapi, dengan penjelasan ini semoga Anda bisa membedakan kondisi yang sedang dirasakan. Jika Anda benar hamil, pastikan dengan melakukan test pack atau memeriksakannya ke dokter kandungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *