5 Fakta Unik Sejarah Sepak Bola Indonesia

Sejarah sepak bola Indonesia memang masih sepi akan prestasi. Hasil terbaik yang ditorehkan tim nasional Indonesia pada kompetisi Internasional adalah dengan menjadi juara SEA Games sebanyak dua kali pada tahun 1987 dan 1991. Sayangnya, setelah itu Indonesia belum pernah menjadi juara kompetisi tersebut meski telah tiga kali berhasil mencapai babak final dari lima final SEA Games terakhir.

Fakta Seputar Sejarah Sepak Bola Indonesia 

Di Piala AFF, Indonesia belum pernah pulang membawa piala meski sudah lima kali menembus final sejak tahun 1996. Sementara di level Asia, Indonesia baru bisa berhasil lolos ke Piala Asia pada tahun 1996 dan terus begitu sampai Piala Asia 2007. 

Meski begitu, Indonesia memiliki fakta unik dalam sejarah sepak bolanya, seperti: 

1. Menjadi Negara Pertama Asia yang Lolos Piala Dunia 

Jika melihat fakta yang dipaparkan sebelumnya, mungkin Anda tidak percaya dengan fakta yang satu ini. Faktanya, Indonesia pernah berlaga di Piala Dunia meskipun kala itu masih menggunakan nama “Hindia Belanda”. 

Pada tahun 1938, tim yang berangkat ke Piala Dunia Perancis tersebut bukan di bawah naungan PSSI. Kala itu PSSI baru berusia 8 tahun dan belum tergabung dalam FIFA. Tim yang berangkat merupakan tim dari NIVU yang merupakan asosiasi sepak bola yang dibentuk oleh pemerintah Belanda. 

2. Kapten Tim Nasional adalah Seorang Dokter 

Achmad Nawir adalah kapten timnas Indonesia di masa penjajahan Belanda yang berhasil berlaga di Piala Dunia. Sebelum terpilih menjadi pemain timnas, Nawir adalah gelandang untuk klub Houd Braef Stand (HBS) Surabaya. 

Ia lahir pada tahun 1911 dan tercatat sebagai mahasiswa kedokteran di Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) Surabaya sejak tahun 1929. Nawir menyelesaikan studi dokternya pada 1939 dan membela Indonesia saat pendudukan Jepang sebagai tenaga medis. 

Selain seorang dokter, fakta unik lainnya mengenai Nawir adalah ia kerap menggunakan kacamata saat bermain di lapangan. Ia dijuluki Edgar Davids, mantan pemain bintang Juventus. Hal ini tak lain karena kemiripan keduanya, baik dari perannya saat di lapangan tapi juga karena gaya memakai kacamatanya. 

3. Suporter Indonesia Fanatik Ketiga di Dunia 

Untuk urusan jumlah, tidak perlu diragukan. Indonesia selalu bisa menjadi salah satu negara dengan jumlah terbesar dalam kategori apapun. Namun, bagaimana dengan fanatismenya? 

Tidak disangka, Indonesia menempati posisi ketiga sebagai suporter sepak bola paling fanatik di dunia. Hal ini dibuktikan dengan kepadatan stadion yang tidak pernah kurang dari 96%. Tidak heran kalau sepak bola disebut juga olahraga rakyat.  

4. Klub Indonesia Pernah Kalahkan Arsenal

Meski masih miskin prestasi di kancah internasional, bukan berarti sepak bola Indonesia sepenuhnya buruk. Ini terbukti bahwa klub Indonesia pun mampu mengalahkan klub Inggris sekelas Arsenal.

Pada tahun 1983 Arsenal melakukan tur ke Indonesia. Saat itu The Gunner diperkuat oleh kiper legendaris Pat Jennings dan tiga pemain nasional Inggris, yaitu Graham Rix, Kenny Sansom, dan David O’Leary. Namun, hal ini tidak menjamin kemenangan saat Arsenal bertanding melawan Niac Mitra (sekarang Mitra Kukar) pada 19 Juni 1983. Pada pertandingan tersebut, Arsenal kalah dengan skor 2-0 yang dicetak oleh Fandi Ahmad di menit ke-37 dan Joko Malis di menit ke-85. 

5. Persib Bandung Sebagai Klub Sepak Bola Terbaik 2015 

Terpilihnya Persib Bandung sebagai klub sepak bola terbaik di tahun 2015 merupakan fakta unik lainnya dari sejarah sepak bola Indonesia. Sayangnya, pemilihan ini bukanlah berdasarkan performa klub tersebut saat bertanding di lapangan melainkan berdasarkan survei yang dilakukan sebuah situs bernama Top Tens.

Situs tersebut menanyakan klub manakan yang pantas menjadi klub terbaik. Hasilnya, Persib Bandung menempati peringkat pertama yang kemudian disusul oleh Real Madrid di posisi kedua, Barcelona di posisi ketiga, dan Manchester United di posisi keempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *